PPKM Diperpanjang, Bupati Ipuk Fiestiandani Terus Bagikan Bantuan Uang Tunai ke PKL

visfm.com, Banyuwangi – Seiring dengan di perpanjangnya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan laju persebaran Covid-19 oleh pemerintah pusat hingga 25 Juli 2021, Pemkab Banyuwangi terus melanjutkan program pembagian bantuan uang tunai Rp 300.000 per orang untuk para PKL dan warung kecil.

Kali ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi kawasan Pasar Jajag, Kecamatan Gambiran. Ia mendatangi satu per satu stan PKL yang masih beroperasi menjelang pukul 20.00 WIB. 

Disini, bupati perempuan tersebut menyapa Supatmi, pedagang gorengan untuk selalu memakai masker selama berjualan.

“Sejak 3 Juli, saya selalu tutup pukul 20.00 sesuai aturan,” ungkap Supatmi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk memborong habis dagangan gorengan Supatmi. Sekaligus juga membagikan insentif dari Pemkab Banyuwangi sebesar Rp300 ribu untuk warung atau PKL yang terdampak secara langsung kebijakan PPKM Darurat tersebut.

“Saya minta untuk tidak dilihat nilainya, tapi setidaknya bisa membantu di masa sulit ini. Saya juga meminta maaf harus ada kebijakan PPKM ini,” tutur Bupati Ipuk.

Selain kepada Supatmi, Bupati Ipuk juga mengunjungi PKL dan warung-warung kecil lainnya dan menyerahkan bantuan. 

Astutik, penjual aneka minuman di pinggir jalan, mengatakan, pendapatannya memang turun drastis saat ini. Bahkan beberapa hari sering tutup karena tidak ada yang beli sejak PPKM Darurat.

Bupati Ipuk menjelaskan, bantuan Rp300.000 per PKL dan warung kecil dikucurkan Pemkab Banyuwangi sejak pekan lalu, dan ditargetkan bisa mencapai lebih dari 3.000 sasaran. Bantuan untuk pelaku seni, wisata, dan jasa transportasi juga disiapkan. Selain itu, ada Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos yang bulan Juli ini dicairkan Rp600.000 untuk 45.633 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

“Ada skema bansos lainnya yaitu bansos beras yang mulai disalurkan untuk 119.000 KPM. Juga ada Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penerima lebih dari 62.000 KPM, dan BLT Dana Desa 21.000 KPM,” jelas Bupati Ipuk.

“Tahun ini, Banyuwangi juga mendapat Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk 54.213 usaha mikro di mana masing-masing menerima Rp1,2 juta,” imbuhnya.

Bupati Ipuk juga mengedukasi satu per satu para pedagang agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Jika semua disiplin protocol kesehatan, maka angka Covid-19 menurun dan masyarakat bisa kembali berdagang secara normal.

“Tapi jika semua lalai, maka akibatnya juga masyarakat sendiri yang merasakan. Kalau kondisi ingin berjalan baik lagi, tidak ada jalan lain, semua harus semangat dan disiplin prokes covid 19,” pungkas Bupati Ipuk.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

“Jagoan Bisnis” Banyuwangi Siap Cetak Pengusaha Muda Handal

Read Next

Kemenkeu Menilai, Belanja APBD Banyuwangi Tertinggi di Jatim

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *