Lakukan Monitoring, Satgas Banyuwangi Temukan Satu Orang Terkonfirmasi Covid-19

visfm.com, Banyuwangi – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi rutin melakukan monitoring ke sejumlah titik dalam rangka penegakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Selain pemantauan PPKM Darurat di kawasan perkotaan, Satgas juga melakukan pemantauan di seluruh kecamatan. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku telah mengintruksikan kepada seluruh camat dan OPD-OPD agar dalam setiap pemantauan PPKM Darurat wajib dilakukan secara humanis, persuasif, dengan senyum dan sapa serta tidak marah-marah.

Dan Bupati Ipuk sendiri tampak melakukan pemantauan di Kecamatan Bangorejo, Siliragung, dan sekitarnya.

Bupati Ipuk bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pimpinan kecamatan setempat, melakukan pemantauan.

Warga yang terlihat tidak bermasker dan berkerumun di tempat penjualan makanan-minuman diminta dengan hormat untuk segera pulang. Mereka juga diberi fasilitas swab antigen gratis di lokasi. 

Terdapat 17 orang yang dilakukan swab. Hasilnya satu orang positif, dan yang bersangkutan langsung diarahkan untuk isolasi mandiri yang nantinya akan dikontrol puskemas setempat. 

“Kami meminta maaf dan memberikan pengertian agar berjualan sesuai aturan PPKM Darurat,” ujar Bupati Ipuk kepada para pemilik warung sambil menyerahkan bantuan.

“Ada pembatasan aktivitas masyarakat. Ini adalah situasi yang sulit,” tuturnya.

Bupati perempuan tersebut mengaku, bantuan ini juga tidak seberapa, tidak bisa menggantikan apa yang didapat seperti sebelum penerapan PPKM Darurat.

Sembako juga diberikan kepada beberapa orang yang membutuhkan sepanjang pemantauan PPKM Darurat tersebut.

Bupati Ipuk mengatakan, pekan depan sembako juga kembali disalurkan kepada pelaku seni, wisata, pengemudi angkutan kota, ojek online, penyandang disabilitas dan warga yang membutuhkan secara umum. Bantuan itu dari Pemkab Banyuwangi dan Kementerian Sosial.

“Pemkab Banyuwangi juga kembali menggalang gerakan untuk membantu warung kecil/pedagang keliling/PKL yang jam operasionalnya harus dibatasi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli,” papar Bupati Ipuk.

“Selain menyiapkan bantuan uang tunai yang masih dalam proses penyiapan keuangan, para PNS juga bergerak memborong dagangan warung kecil/pedagang keliling/PKL,” ungkapnya.

Bupati Ipuk menjelaskan, gerakan belanja tiap hari oleh PNS tersebut akan melengkapi bantuan uang tunai kepada ribuan warung kecil/PKL yang sedang disiapkan.

“Insya Allah bantuan untuk pelaku usaha ultra mikro itu akan cair minggu depan, karena pendataan sudah hampir final. Nanti setiap PKL/warung kecil akan menerima Rp300.000 per pelaku usaha. Insya Allah akan menjangkau ribuan orang,” tuturnya.

Bupati Ipuk berharap, ini bisa sedikit membantu para PKL dan warung kecil.

“Ada PNS yang kompak membantu para pelaku usaha kecil informal, sehingga dagangan mereka laku dan bisa semakin menaati aturan jam operasional selama PPKM Darurat,” pungkasnya.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Libur Idul Adha, Ini Aturan KAI Daop 9 Jember Untuk Pelanggan

Read Next

Banyuwangi Salurkan Bantuan Uang Tunai ke PKL Terdampak PPKM Darurat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *