Permudah Layanan Petani, Banyuwangi Gulirkan “Pas Kontan”

visfm.com, Banyuwangi – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Pelayanan Smart Konsultasi Pertanian Online atau disingkat Pas Kontan, guna mempermudah pelayanan bagi para petani. Dalam hal ini, para petani dapat berkonsultasi berbagai permasalahan pertanian kepada petugas melalui platform digital yang telah disediakan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Pas Kontan merupakan pengembangan dari program Bilaperdu (Mobil Layanan Pertanian Terpadu) yang telah berjalan sebelumnya.

Program ini merupakan pelayanan jemput bola atas berbagai masalah pertanian yang dialami oleh petani. Layanan ini menggunakan mobil yang telah disulap menjadi klinik berjalan untuk menangani beragam masalah pertanian dan peternakan.

“Seperti hama wereng di musim penghujan, masalah irigasi, dan mengatasi ternak yang sakit,” tutur Bupati Ipuk.

“Kami mengembangkan fasilitas ini lebih lengkap menjadi Pas Kontan yang telah berbasis aplikasi. Kalau dulu komunikasi layanan Bilaperdu melalui call center sehingga terbatas hanya di jam kerja, namun saat ini sudah berbasis aplikasi sehingga bisa diakses 24 jam setiap hari. Ini juga disebut e-bilaperdu,” paparnya.

Bupati Ipuk menjelaskan, Pas Kontan juga mencakup lebih banyak layanan. Tidak hanya satu, Pas Kontan terdapat 8 jenis layanan yang bisa diakses secara online. Meliputi informasi tentang petani, harga komoditi, konsultasi, info tani, lahan pertanian, cuaca, peta komoditas, elektronik ternak Banyuwangi (enak Wangi), hingga lokasi pelayanan.

“Untuk mengakses layanan ini, petani tinggal mengunduh aplikasi Pas Kontan melalui playstore. Menu-menu itu akan terpampang di dalamnya,” kata Bupati Ipuk.

“Misalnya petani ingin melihat harga cabai, bisa langsung klik di menu harga komoditi. Nanti akan langsung muncul harga cabai yang real time karena sudah langsung terkoneksi dengan data dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan,” ujarnya.

Dengan layanan berbasis digital ini, kata Bupati Ipuk petani menjadi lebih mudah. Kini mereka tidak perlu jauh-jauh menemui petugas untuk berkonsultasi, cukup menghubungi melalui aplikasi yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

“Tidak lebih dari 24 jam, petugas akan langsung memberikan tanggapan,” imbuh bupati perempuan tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, aplikasi ini telah diluncurkan pada 6 Juni 2021 lalu.

“Untuk menjalankan program itu, kami telah menyiapkan 28 petugas operator yang dibagi dalam beberapa tugas. Untuk yang 25 orang bertugas di kantor kecamatan, sementara 3 orang lainnya bertugas di kabupaten,” papar Arief.

“Cara kerjanya, pertanyaan maupun aduan dari petani akan masuk ke operator di tingkat kabupaten yang kemudian langsung ditransfer ke operator kecamatan sesuai lokasi petani,” ungkapnya.

Arief mengaku, tidak sampai 24 jam, operator akan langsung menjawab pertanyaan dari petani. Operator ini selalu stand by dan fokus merespon petani. Jika memang ada aduan yang membutuhkan penanganan di lapangan, tim bilaperdu akan langsung menuju ke lokasi.

“Misalnya ada aduan serangan wereng coklat di wilayah Srono, Bilaperdu akan diterjunkan ke lokasi sambil mengangkut pestisida yang dibutuhkan petani,” kata Arief.

Disampaikan Aroef, anggota Tim Pelayanan Pertanian Terpadu juga ikut turun ke lapangan untuk mengedukasi petani terkait permasalahan yang dialami. Penanganan masalah tidak berhenti sampai disana. Usai dilakukan pembasmian wereng, petugas akan terus memantau perkembangan kondisinya. 

“Secara terjadwal tim akan turun kembali ke lokasi tersebut untuk melihat perkembangan tanaman setelah proses pembasmian dilakukan,” pungkasnya.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Miris. 99 % Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Adalah Orang Terdekat. TRC PPA : Jatim Daerah Tertinggi

Read Next

Jemput Bola, 243 Ribu Lebih Warga Banyuwangi Sudah di Vaksinasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *