Layanan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru Membludak. Ini Yang Dilakukan Pemkab Banyuwangi

visfm.com, Banyuwangi – Dinas Kesehatan Banyuwangi terpaksa memberlakukan system buka tutup terhadap proses layanan vaksinasi Covid-19 dengan Tanpa Turun atau Drive Thru di area GOR Tawang Alun sebagai antisipasi adanya klaster baru, menyusul masyarakat Banyuwangi yang mengikuti vaksinasi membludak.

Seperti diketahui, sejak 3 Juni 2021 lalu, Pemkab Banyuwangi membuka layanan Drive Thru vaksinasi di GOR Tawang Alun tersebut untuk para pelaku wisata selama 4 hari. Berlanjut dengan sasaran pelaku transportasi termasuk ojek online hingga saat ini.

Karena diprediksi jumlahnya tidak terlalu banyak, maka pelaksanaan vaksinasi digabung dengan para karyawan perusahaan yang masuk dalam sasaran pelayan public, juga masyarakat umum.

Namun rupanya, di hari Jum’at (11/6/2021), masyarakat umum yang mengikuti vaksinasi dengan pelayanan drive thru ini membludak.

“Terpaksa kami memberlakukan system buka tutup dalam pelayanan ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Widji Lestariono.

“Bagi mereka yang berada di pintu masuk di haruskan untuk tidak masuk terlebih dahulu. Sedangkan petugas medis melayani mereka yang sudah berada di dalam. Jika jumlah warga yang sudah mendapatkan vaksinasi berkurang, maka yang ada di pintu masuk di persilahkan untuk antri diatas kendaraan bermotornya tanpa turun,” papar Kepala dinas yang biasa disapa Rio tersebut.

Diakui Rio, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya klaster baru dengan banyaknya warga yang berkerumun.

“Pelaksanaan vaksinasi drive thru ini dimaksudkan sebagai upaya percepatan terhadap pelaksanaan vaksinasi di Banyuwangi,” tuturnya.

Seperti diketahui, Banyuwangi menerima vaksin sebanyak 240 ribu lebih dosis, terbanyak kedua di Jawa Timur. Sedangkan kadar luasa dosis tersebut sampai akhir Juni.

“Untuk itulah, kami mempercepat pelaksanaan vaksinasi dengan berbagai strategi,yang salah satunya drive thru ini,” ujar Rio.

Diakuinya, vaksinasi drive thru sudah melayani 4.700 warga dalam beberapa hari terakhir. Setelah ini, dievaluasi untuk lanjutannya sembari menunggu ketersediaan vaksin.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga memantau secara langsung pelaksaan layanan vaksinasi drive thru di GOR Tawang Alun.

“Kami terus mengombinasikan dua strategi utama dalam percepatan vaksinasi Covid-19 Banyuwangi, yaitu melalui jemput bola dan layanan tanpa turun (drive thru). Dua langkah ini berhasil mempercepat capaian vaksinasi di kabupaten Banyuwangi,” paparnya.

Menurut Bupati Ipuk, jemput bola lansia jalan terus. Selain door to door ke rumah bagi lansia yang memiliki kendala mobilitas, jemput bola ini juga dalam arti mendekatkan layanan.

“Misalnya di balai desa, di rumah warga, atau di wilayah perkebunan, dipinjam salah satu ruangan di sana. Sehingga lansia tidak perlu ke Puskesmas,” ungkap bupati perempuan tersebut.

Sementara, sejumlah warga mengaku merasa senang ada vaksinasi drive thru. Rahmat Yusuf, penjual bakso keliling, antusias divaksin karena menyadari risiko pekerjaannya yang bertemu banyak orang. 

“Dengan system layanan ini saya tidak perlu turun dari motor sekaligus gerobak bakso saya,” ujar Rahmat saat bertemu Bupati Ipuk.

“Alhamdulillah, pedagang kecil seperti saya ini bisa dapat kesempatan vaksin. Sebenarnya sudah ingin lama divaksin. Lalu saya mendengar dari teman bisa drive thru di GOR, saya langsung ke lokasi,” paparnya.

Hal yang sama juga diungkapkan seorang terapis, Suprapto asal Lingkungan Kampung Mandar.

“Pelanggan saya selalu mensyaratkan saya bebas dari Covid-19, akhirnya saya rutin GeNose. Setelah vaksin ini, saya merasa yakin pelanggan saya akan semakin percaya dengan saya,” pungkas Suprapto.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Jemput Bola, 243 Ribu Lebih Warga Banyuwangi Sudah di Vaksinasi

Read Next

Ribuan Adminduk Warga Perkebunan Kendenglembu Terlayani di Camping Embun

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *