Bangun Dermaga Baru, Ini Target KSOP Tanjung Wangi Banyuwangi

visfm.com, Banyuwangi – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi Banyuwangi membangun dermaga baru untuk kapal umum, menyusul dermaga lama dinilai sudah over kapasitas. Dermaga baru sepanjang 50 meter tersebut berada di sisi utara dari dermaga lama.

Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi Banyuwangi, Letkol Marinir Benyamin Ginting mengatakan, dermaga lama yang saat ini dikelola oleh operator Pelindo III sepanjang 540 meter sebenarnya sudah over.

“Sehingga banyak kapal-kapal besar yang harus antri menunggu untuk bisa sandar. Bahkan, kapal-kapal ikan yang tidak prioritas terpaksa harus antri belakangan. Saat dermaga sudah kosong, baru mereka bisa masuk,” papar Bentamin.

“Itu artinya dibutuhkan penambahan panjang dermaga lagi dari dermaga yang sudah ada,” imbuhnya.

Menurut Benyamin saat ini sudah dibangun dermaga baru sepanjang 50 meter yang juga di peruntukkan bagi kapal-kapal umum.

“Kami juga mempunyai lahan lagi sepanjang 50 meter yang rencananya akan digunakan tambahan dermaga serta pembangunan kantor KSOP,” ungkapnya.

“Karena dari hasil temuan inspektorat, kantor yang ada saat ini dianggap tidak layak untuk aktifitas kerja karyawan, khususnya dari segi volume dan kesehatan,” jelas Benyamin.

Untuk itulah, Benyamin berharap pembangunan kantor ini segera teralisasi guna kenyamanan kerja para karyawan.

Rencana pengembangan yang diinginkan Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi Banyuwangi tersebut tentunya tidak dapat disalahkan. Sebab dengan melihat keunggulan internal berupa kedalaman kolam pelabuhan yang mencapai antara -14 hingga -16 meter, serta lokasi yang berada di kawasan kaya hasil agro, Tanjung Wangi dinilai memiliki potensi besar sebagai penyangga Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Bahkan memungkinkan menjadi pelabuhan yang memiliki kemampuan menjadi gerbang ekspor bagi kawasan timur Propinsi Jawa Timur yang biasa disebut sebagai Kawasan Tapal Kuda, meliputi Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Jember.

Itulah sebabnya, pelabuhan yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini diproyeksikan untuk mampu melayani petikemas.

Secara hitungan kasar, setiap bulannya Pelabuhan Tanjung Wangi mampu menangani sampai sekitar 3.000 boks petikemas yang berasal dari Kawasan Tapal Kuda ditambah dari Bali. Sebab dalam kenyataan, petikemas yang diangkut secara trucking dari Bali, selama ini hanya sekedar “numpang lewat” di jalur pantura Jatim antara Pelabuhan penyeberangan Ketapang ke Situbondo-Probolinggo-Tanjung Perak. Selain itu juga terdapat angkutan petikemas melalui jalur tengah: Banyuwangi-Jember-Probolinggo-Tanjung Perak.

Tetapi seperti diketahui, dalam sistem transportasi nasional di Indonesia, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) hanya merupakan penyedia jasa dan pelayanan, sementara sebagai pelaksana di luarnya masih terdapat segmen pemilik barang, usaha forwarding hingga usaha pelayaran. 

Di luar itu, masih terdapat pemerintah pusat/daerah, sebagai penentu kebijakan dan pengawal regulasi.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Ini Cerita Haru Petani Yang Tanamannya Terendam Banjir

Read Next

Miris. 99 % Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Adalah Orang Terdekat. TRC PPA : Jatim Daerah Tertinggi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *