Ini Alasan Bupati Ipuk Fiestiandani Perintahkan Seluruh Sekolah Jemput Bola Pelajar Tak Mampu

visfm.com, Banyuwangi – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP di Banyuwangi telah dimulai. Dan Pemkab Banyuwangi terus melakukan upaya jemput bola bagi pelajar kurang mampu untuk memastikan mereka meneruskan ke jenjang sekolah berikutnya. Bahkan, pihak SMP negeri semakin masif jemput bola ke pelajar yang berpotensi putus sekolah.

Sementara, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali memimpin gerakan ini. Setelah sebelumnya di Kecamatan Muncar, kali ini Bupati Ipuk memimpin gerakan jemput bola, dengan bertempat di SDN 4 Parijatahwetan, Kecamatan Srono, Kamis (8/6/2021) dalam rangkaian program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).

Di sana, bupati perempuan tersebut melihat bagaimana guru memfasilitasi para pelajar kurang mampu yang akan mendaftar ke SMPN 2 Srono. 

“Saya ingin pastikan jalur afirmasi (untuk pelajar kurang mampu) dimaksimalkan di sekolah-sekolah. PPDB adalah fase krusial. Kita harus membantu pelajar dari keluarga tidak mampu agar tidak putus sekolah,” tutur Bupati yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 tersebut.

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 berpotensi meningkatkan angka anak putus sekolah. Karena kondisi ekonomi keluarga dinilai berubah saat pandemi sehingga banyak faktor yang bisa menjadi pemicunya.

“Ada anak yang diminta membantu orang tua bekerja. Belum lagi kalau jika berbicara akses internet untuk mendaftar PPDB, maka pemkab menjemput bola mereka,” tutur Bupati Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga berdialog dengan tiga pelajar kurang mampu. Mereka adalah Mohammad Rizky Setiawan, Alvina Agustin, dan Ajeng Oktaviani. Mereka pun berharap bisa mendaftar di SMP yang dekat dengan rumahnya.

Bupati Ipuk menjelaskan, untuk mengoptimalkan jalur afirmasi ini, sebanyak 74 sekolah SMP di Banyuwangi mulai hari ini serentak melakukan pelayanan jemput bola ke rumah siswa. Guru-guru diminta mendatangi siswa yang tidak mampu untuk diajak mendaftar ke SMP terdekat.

“Ini harus menjadi perhatian semua. Rasa capek ini sebagai wujud pengabdian semua, khususnya yang berhubungan langsung dengan dunia pendidikan,” imbuh Bupati Ipuk.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menambahkan, sekolah tidak boleh melakukan diskriminasi.

“Semua harus maksimal melaksanakan proses afirmasi dalam PPDB, yaitu untuk keluarga kurang mampu dan para penyandang disabilitas. Minimal 15 persen,” kata Surtano.

“Kami juga telah menginstruksikan kepada seluruh SMP Negeri untuk memonitor lalu melakukan jempot bola pendaftaran SMP bagi siswa lulusan SD tidak mampu,” paparnya.

Suratno menambahkan, pihaknya akan mengecek data siswa yang memegang Kartu Indonesia Pintar, lalu di daftarkan lewat jalur afirmasi agar mereka bisa meneruskan sekolahnya.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Aksi Pelaku Curanmor Belasan TKP di Banyuwangi Berakhir Didalam Penjara

Read Next

Hujan Deras, Rel KA Terendam Banjir. Perjalanan KA Wijaya Kusuma Berhenti Sementara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *