Bupati Ipuk Fiestiandani Kenalkan Sosok Bung Karno Lewat Kuliner

visfm.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memilih kuliner sebagai cara untuk memperkenalkan sosok Presiden Pertama Republik Indonesia ke khalayak luas.

Dalam hal ini, banyak yang bisa dilakukan semua elemen didalam mengenalkan ajaran-ajaran dari presiden Sukarno (Bung Karno), tidak hanya melalui kelas ataupun seminar saja.

Kuliner-kuliner Nusantara yang terkumpul dalam buku “Mustikarasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno” menjadi sarana bagi Bupati Ipuk untuk mengenalkan sang pahlawan proklamator tersebut.

Kali ini, menu yang diangkatnya adalah Soto Madura. Makanan dengan kuah yang gurih itu, disuguhkan kepada para pelajar di SD Negeri 4 Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, Banyuwangi dalam rangkaian Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).

Sebelumnya, pekan lalu, Bupati Ipuk memperkenalkan resep masakan sayur lodeh jantung pisang dan nasi jagung yang terdapat di buku ”Mustika Rasa” kepada warga desa di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh.

Saat bertemu para pelajar SDN 4 Parijatah Wetan, Bupati Ipuk menanyakan mengenai siapa saja yang pernah makan Soto Madura. Sontak saja para pelajar berebutan mengangkat tangan.

Setelah memasak bersama, Bupati Ipuk dan para pelajar SD kemudian menikmati soto Madura. Semua proses digelar dengan penerapan protokol kesehatan.

“Soto Madura sengaja dipilih karena melambangkan keberagaman. Soto adalah menu yang dikenal di berbagai daerah. Tapi ada kekhasannya tersendiri di setiap daerahnya,” kata Bupati Ipuk.

“Seperti Soto Madura yang bersantan, berbeda dengan Soto Lamongan, atau soto di Banyuwangi yang dicampur dengan rujak,” imbuhnya.

Menurut Bupati Ipuk, dari soto ini semua belajar tentang keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan bahasa, namun tetap terjalin dalam satu kesatuan.

“Sebagaimana yang selalu diajarkan oleh Bung Karno, bahwa semua harus senantiasa menjaga persatuan,” ungkap Bupati Ipuk.

Selain makan bersama para siswa menu dari Mustikarasa, Bupati Ipuk juga melakukan sejumlah program di bidang pendidikan. Di antaranya adalah memantau program Sekolah Asuh Sekolah (SAS).

Program ini merupakan upaya gotong royong untuk membantu sekolah yang masih belum ideal dari segi infrastruktur, kelengkapan maupun kualitasnya, dibantu oleh sekolah yang lebih mapan.

“Sekolah Asuh Sekolah ini merupakan upaya gotong royong untuk mewujudkan kesetaraan di dalam sektor pendidikan. Gotong royong juga merupakan intisari dari Pancasila, yang dirumuskan Bung Karno pertama kali di depan Sidang BPUPK pada 1 Juni 1945,” jelas Bupati Ipuk.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Sekolahannya Terendam Banjir, Siswa Siswi SDN 2 Pakis Banyuwangi Tak Jadi Ujian

Read Next

Banyuwangi Fasilitasi Pengurusan BPOM Bagi Pelaku UMKM

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *