Banyuwangi Fasilitasi Pengurusan BPOM Bagi Pelaku UMKM

visfm.com, Banyuwangi – Setelah mendapat keluhan dari para pelaku UMKM, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera memfasilitasi pengurusan izin BPOM mereka.

Bupati perempuan tersebut mendapat keluhan dari pelaku UMKM terkait pengurusan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat berkantor di Desa Parijatahwetan, Kecamatan Srono.

Program bupati berkantor di desa tersebut telah dilakukan rutin oleh Bupati Ipuk sejak dilantik pada 26 Februari 2021 untuk jemput bola mengurai urusan dan masalah warga.

Di Desa Parijatahwetan, Bupati Ipuk bertemu dengan pelaku usaha pembuatan frozen food seperti sosis, nuget, dan makanan beku lainnya. Pemilik usaha, Istianah, menyampaikan aspirasi tentang dibutuhkannya izin BPOM. 

Menurut pemilik Usaha Dagang (UD) New Aneka Rasa tersebut, selama ini dirinya terkendala mengurus izin BPOM. Kalau administrasi lainnya seperti izin usaha, PIRT, dan lainnya sudah selesai.

“Hanya satu izin BPOM yang belum,” ungkap Istianah.

Mendengar keluhan itu, Bupati Ipuk langsung memanggil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Wawan Yadmadi dan Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Nanin Oktaviantie, untuk memfasilitasi pengurusan izin BPOM sampai selesai.

“Di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi sudah ada gerai BPOM. Itu bisa dimanfaatkan mendampingi para UMKM,” tutur Bupati Ipuk.

BPOM sendiri adalah lembaga pemerintah pusat yang berwenang mengawasi peredaran produk obat-obatan dan makanan. Dengan memiliki izin BPOM, konsumen akan semakin yakin dengan keamanan sebuah produk makanan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk berterima kasih kepada seluruh pelaku UMKM yang tiada kenal menyerah di masa pandemi ini.

“Kita berutang budi kepada seluruh UMKM, yang tetap giat berusaha, menyerap tenaga kerja, serta menggerakkan ekonomi,” kata Bupati Ipuk.

Terkait pengurusan izin BPOM, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Wawan Yadmadi, langsung berkoordinasi dan memfasilitasi dengan pihak terkait.

“Pengurusan izin BPOM tidak rumit asalkan semua persyaratan terpenuhi. Biayanya juga hanya sekitar Rp 500.000,” kata Wawan.

Parno, suami Istianah, menceritakan, usahanya dimulai sejak tujuh tahun lalu seiring perkembangan ekonomi Banyuwangi. Produksinya mayoritas untuk wilayah Banyuwangi.

“Biasanya sehari bisa terjual 500 pax, tergantung pesanan juga. Terutama jika ada pesanan dari luar Banyuwangi, seperti Bali, Sumbawa, dan lainnya,” papar Parno.

“Saya harap, saya bisa segera mendapatkan izin BPOM,” pungkasnya.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Bupati Ipuk Fiestiandani Kenalkan Sosok Bung Karno Lewat Kuliner

Read Next

Peduli Sesama, BPBD Banyuwangi Beri Bantuan ke Warga Terdampak Banjir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *