Banyuwangi Prioritaskan Keluarga 2 ABK KRI Nanggala 402 Masuk Seleksi PPPK dan TNI AL

visfm.com, Banyuwangi – Pemerintah daerah dan Pangkalan TNI AL setempat siap memprioritaskan istri dan keluarga 2 ABK KRI Nanggala 402 asal Banyuwangi, untuk seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta mendampingi hingga sukses menjadi anggota TNI AL. Ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pengabdi bangsa tersebut.

Dua ABK KRI Nanggala 402 asal Banyuwangi yang hingga kini masih belum terkonfirmasi keberadaannya tersebut adalah Serda Ede Pandu Yudha Kusuma, warga Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro dan Sertu (Mes) Dedi Hari Susilo, warga Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri.

Serda Pandu adalah operator senjata 2, sementara Sertu Dedi sebagai juru diesel 1 pada KRI Nanggala 402.

Saat mengunjungi rumah kedua ABK tersebut Senin (26/4/2021), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku, mereka bukan hanya kebanggaan keluarga, namun juga kebanggaan Banyuwangi dan Indonesia. Pemkab Banyuwangi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

“Kita semua mendoakan Mas Pandu, Mas Dedi, dan seluruh awak KRI Nanggala-402 mendapat tempat termulia di sisi Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Bupati Ipuk.

“Pemkab siap mendukung segala kebutuhan keluarga dalam menghadapi masa sulit ini. Bila diperlukan, dinas terkait siap mengirimkan psikolog untuk mendampingi pemulihan keluarga,” paparnya.

Bupati Ipuk langsung menginstruksikan kepada dinas terkait untuk membantu istri korban.

Seperti diketahui, istri Serda Pandu merupakan bidan magang di Puskesmas Klatak, Kecamatan Kalipuro. Sementara istri Sertu Dedi dulunya pernah mengabdi sebagai guru honorer di SDN Pakis sebelum mengikuti suaminya bertugas ke Surabaya.

“Kami mengupayakan memberikan prioritas bagi keluarga untuk seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun depan. Ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa Mas Pandu dan Mas Dedi, meski pastinya ini tidak sebanding dengan pengabdian tulus beliau kepada bangsa,” papar Bupati Ipuk.

Usai mendampingi Bupati Ipuk mengunjungi keluarga dua ABK tersebut, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Eros Wasis juga menegaskan akan terus mendampingi dan memperhatikan keluarga korban.

“Salah satunya, TNI AL khususnya Lanal Banyuwangi menyatakan siap membimbing keluarga Serda Pandu hingga sukses menjadi TNI AL,” ujar Danlanal.

“Serda Pandu sendiri telah berpesan agar adik iparnya bisa masuk menjadi bagian korps TNI AL,” tuturnya.

Danlanal mengaku akan mendampingi sampai berhasil masuk menjadi TNI AL, menggantikan almarhum Serda Pandu.

Sementara itu, kunjungan Bupati Ipuk bersama Danlanal Banyuwangi ke rumah ABK KRI Nanggala 402 itu berlangsung haru.

Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Mega Dian Pratiwi, istri Serda Pandu. Juga mertua serta adik ipar korban. Begitu tiba, Mega langsung menangis sesenggukan sambil memegang pundak Bupati Ipuk erat. Suasana haru pun tidak terelakkan.

Sambil menangis, Mega mengatakan kepada Bupati Ipuk jika suaminya sudah tenang di sisi Allah SWT.

“Suami saya sudah tiada bu. Semoga khusnul khotimah,” ungkap Mega.

“Amin. Amin. Amin. Mas Pandu meninggalkan kita semua Insya Allah syahid,” ujar Bupati Ipuk sambil memeluk Mega.

Mega dan sang suami baru dua bulan menjalani bahtera rumah tangga. Pada Rabu (21/4/2021) pukul 02.00 dinihari, Pandu masih berkirim pesan kepada Mega.

“Mas Pandu pamit berlayar, meminta doa supaya lancar. Setelah itu ponselnya tidak bisa dihubungi,” kata Mega.

Itulah percakapan pesan terakhir antara Pandu dan Mega, hingga akhirnya kabar duka itu datang.

Bupati Ipuk dan Danlanal Eros beserta istri tampak terus menenangkan keluarga Serda Pandu. Mereka berbincang dari hati ke hati untuk saling menguatkan.

Selanjutnya, Bupati Ipuk dan Danlanal Eros menuju kediaman Sertu Dedi. Bupati Ipuk bertemu Fitri Arumsari, istri Dedi. 

Begitu melihat Bupati Ipuk, Fitri langsung jatuh di pundak Ipuk sambil menangis sesenggukan. Di sana, juga ada ibu korban, Haniyah, yang sangat terpukul atas kepergian putra sulungnya.

Dengan mata terpejam, Haniyah menceritakan putranya kepada Bupati Ipuk.

“Dedi adalah anak kesayangan dan kebanggaan keluarga kami. Mohon do’a nya bu,” ungkap Haniyah.

Dan Bupati Ipuk memeluk Fitri dan Haniyah. Ketiganya pun larut dalam haru. Isak tangis memenuhi ruangan.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Berhasil Temukan KRI Nanggala 402 Lewat Pemindaian, KRI Rigel 933 Sandar di Banyuwangi

Read Next

Awas. Ngabuburit di Rel Kereta Api Terancam Denda Rp 15 Juta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *