Dorong UMKM Naik Kelas, Banyuwangi Jemput Bola Layanan Perizinan Hingga ke Desa

visfm.com, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi melakukan jemput bola perizinan ke desa-desa untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas.

Dalam program bupati berkantor di desa yang dilakukan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani setiap pekan, tim Pemkab Banyuwangi menggeber pelayanan izin usaha mikro melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk pelaku usaha di desa-desa.

Bupati Ipuk mengatakan, layanan izin jemput bola ini mendorong UMKM naik kelas. Salah satu syarat UMKM naik kelas adalah izinnya lengkap, sudah ada di OSS. Selain untuk kepastian hukum, izin usaha mikro dapat menjadi sarana pemberdayaan.

“Dengan mempunyai izin, pelaku ekonomi arus bawah bisa menjadi penerima program pemberdayaan maupun akses modal bersubsidi dari pemerintah maupun bank-bank BUMN,” ungkap Bupati Ipuk.

Dalam waktu sebulan terakhir, telah difasilitasi 587 izin usaha mikro oleh para petugas dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) yang turun ke desa-desa. 

Bupati Ipuk menjelaskan, sebenarnya layanan ijin ini dilakukan online lewat OSS.

“Tapi memang ada sebagian warga yang belum melek digital. Sehingga mereka langsung didampingi dan difasilitasi, jika ada kesulitan langsung dibantu oleh tim dinas. Termasuk kelengkapan berbagai dokumennya,” papar Bupati Ipuk.

“Saya minta ini terus dipacu. Targetnya 1000 usaha mikro terfasilitasi izinnya lewat layanan jemput bola ini dalam sebulan ke depan. Tentu itu di luar jumlah pelaku usaha lain yang mengurus secara mandiri lewat online,” ujarnya.

Bupati yang baru dilantik pada 26 Februari tersebut mengaku, selain jemput bola layanan izin usaha mikro, Pemkab Banyuwangi fokus menggeber pemulihan ekonomi lokal terutama UMKM dan sektor pertanian serta perikanan.

“Sejumlah program telah digelar, seperti pendampingan UMKM, pemberian alat usaha produktif gratis, warung naik kelas, percepatan sertifikasi P-IRT, gerakan Hari Belanja ke Pasar dan UMKM, bantuan pupuk organik, hadirnya gerai pelayanan publik khusus nelayan, dan sebagainya,” kata Bupati Ipuk.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Banyuwangi, Wawan Yatmadi, menjelaskan, dengan layanan jemput bola ini, pelaku usaha mikro langsung mendapatkan dua dokumen sekaligus, yaitu izin usaha mikro dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Alhamdulillah, ternyata para pelaku usaha mikro di desa sangat antusias, seperti pedagang sayur keliling, bakso keliling, usaha kue rumahan, jajan pasar, hingga toko kelontong,” kata Wawan.

“Dalam sebulan ini di desa-desa yang kami datangi, sudah ada 587 pelaku usaha mikro di fasilitasi. Angka itu di luar yang setiap hari mengurus secara mandiri lewat online,” paparnya.

Wawan menjelaskan, untuk mengurus izin usaha tersebut cukup mudah. Pelaku usaha mikro cukup hadir dan membawa identitas diri ke kantor desa ketika tim jemput bola dari dinas datang.

“Petugas kami yang akan membantu mengisikan datanya dalam OSS melalui beberapa set computer yang sengaja dibawa ke lokasi. Paling lama 5-10 menit izin diproses dan langsung diserahkan saat itu juga di lokasi,” pungkas Wawan.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Ada Larangan Mudik, ASDP Tetap Operasikan Kapal di Lintas Ketapang-Gilimanuk

Read Next

Minta Do’akan Banyuwangi, Bupati Ipuk Safari ke Masjid-Masjid

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *