Ada Larangan Mudik, ASDP Tetap Operasikan Kapal di Lintas Ketapang-Gilimanuk

visfm.com, Banyuwangi – Seluruh armada kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk tetap beroperasi selama masa angkutan lebaran, meski ada kebijakan pelarangan mudik serta penghentian sementara penjualan tiket penyeberangan dari Kementrian Perhubungan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal menghentikan sementara penjualan tiket di sistem online ticketing Ferizy pada periode 6-17 Mei 2021, khususnya di empat pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

Secara khusus juga penutupan sementara dilakukan untuk penjualan tiket bagi penumpang kategori pejalan kaki, dan kendaraan penumpang golongan I, II, III, IVA, VA dan VIA. Penghentian sementara ini dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik lebaran pada tahun ini.

“Meski ada larangan mudik, tapi kami pastikan pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan tetap beroperasi. Namun pelabuhan ini hanya akan melayani pengiriman logistik dan juga masyarakat yang masuk dalam kategori pengecualian,” papar Plt General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Eddy Hermawan.

Menurut Eddy, pihaknya menyiapkan 48 unit armada kapal, namun yang dioperasikan disetiap harinya sejumlah 32 unit di 7 dermaga. 3 diantaranya dermaga LCM serta 4 dermaga MB dan Ponton.

“Pada prinsipnya, ASDP tak melakukan pengurangan armada kapal yang beroperasi di lintas Ketapang-Gilimanuk meskipun Kementrian Perhubungan menggulirkan kebijakan larangan mudik,” tutur Eddy.

Sebagai informasi, adapun kebijakan larangan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2021 tentang larangan mudik lebaran. Selain itu juga mengacu pada Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Adapun ketentuan yang diatur dari pengendalian transportasi yaitu meliputi hal-hal yang dilarang, pengecualian-pengecualian, pengawasan, dan sanksi.

Adapun beberapa kendaraan yang dilarang adalah kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dan jenis mobil penumpang, mobil bus dan kendaraan bermotor, serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Namun, pengecualian diberlakukan bagi masyarakat dengan kepentingan tertentu. Misalnya bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tandatangan basah dan cap basah dari pimpinannya. Atau juga bisa dengan kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia. Kemudian ibu hamil dengan satu orang pendamping, kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, dan pelayanan kesehatan yang darurat.

Sedangkan, pengecualian kendaraan diberlakukan bagi kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, kendaraan dinas operasional, berplat dinas, TNI, Polri dan kendaraan dinas operasional petugas jalan tol.

Selain itu ada kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, mobil barang dengan tidak membawa penumpang. Lalu ada kendaraan yang digunakan untuk pelayanan kesehatan setempat seperti ibu hamil dan anggota keluarga intinya yang akan mendampingi, kendaraan yang mengangkut pekerja migran Indonesia warga negara Indonesia dan mahasiswa pelajar di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus dari pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terkait peran pengawasan di lapangan akan dilakukan Polri dibantu TNI, Kemenhub, dan Dinas Perhubungan di daerah, untuk kendaraan bermotor umum dan kendaraan bermotor perseorangan.

Sementara penyekatan akan dilakukan di 333 titik pada akses utama keluar dan masuk jalan tol dan non-tol, terminal angkutan penumpang, pelabuhan sungai, danau, dan penyeberangan.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Ikuti Arahan Presiden Jokowi, Bupati Ipuk : Kami Terus Dorong Ekonomi Arus Bawah

Read Next

Dorong UMKM Naik Kelas, Banyuwangi Jemput Bola Layanan Perizinan Hingga ke Desa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *