Per 1 Mei 2021, Bandara Banyuwangi Terapkan GeNose. Ini Persyaratannya

visfm.com, Banyuwangi – Bandara Banyuwangi mulai menerapkan persyaratan GeNose bagi pengguna jasa penerbangan mulai 1 Mei 2021 mendatang.

Sebelumnya, setiap orang yang akan melakukan penerbangan di Bandara Banyuwangi diwajibkan menyerahkan Rapid Tes Antigen dan uji swab PCR hasil negative. Kini, kembali ditambah dengan GeNose sebagai persyaratan untuk penerbangan.

Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Banyuwangi, Cin Asmoro mengatakan, pihaknya mendapat jadwal dari Kantor Angkasa Pura II pusat bahwa estimasi persyaratan GeNose mulai dilaksanakan awal Mei 2021 karena terkendala peralatan yang minim.

“Hingga kini masih disiapkan berbagai persiapan fasilitas serta sarana prasarana di Bandara Banyuwangi. Termasuk SDM dan bahan dari GeNose itu sendiri,” papar Asmoro.

Asmoro mengaku, dari sejumlah bandara yang dikelola Angkasa Pura II yang sudah melakukan go live, harga GeNose tersebut sebesar Rp 40.000 dengan masa berlaku 1 x 24 jam.

GeNose mendeteksi melalui udara yang dihembuskan pengguna jasa dalam kantung khusus. Kantung itu dihubungkan ke GeNose dan dianalisis oleh artificial intelligence (AI) untuk mengetahui keberadaan virus. GeNose dapat mendeteksi keberadaan penyakit dalam waktu kurang dari lima menit saja.

“30 menit sebelum melaksanakan tes GeNose, pengguna jasa di wajibkan untuk tidak makan makanan yang berbau dan minum serta tidak merokok,” tutur Asmoro.

Asmoro menegaskan bahwa, sesuai SE Kementrian Perhubungan dan SE Satgas Covid-19, GeNose tersebut berlaku untuk satu kali rute penerbangan.

“Jika dalam hari yang sama atau hari selanjutnya pengguna jasa kembali melakukan penerbangan, maka tetap di haruskan untuk melakukan tes GeNose ulang,” imbuhnya.

Dengan diberlakukannya GeNose tersebut, secara otomatis bagi pengguna jasa penerbangan yang akan bepergian dari Bandara Banyuwangi harus memenuhi 3 persyaratan, setelah Rapid Tes Antigen dan uji Swab PCR dengan hasil negative Covid-19.

Untuk GeNose dapat mendeteksi keberadaan penyakit dalam waktu kurang dari lima menit saja. Sedangkan Rapid Antigen mengeluarkan hasil dalam kurun waktu 15-30 menit.

Sementara swab PCR membutuhkan waktu hingga lebih dari satu hari karena membutuhkan uji laboratorium.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Warungnya Roboh Akibat Getaran Gempa, Warga Banyuwangi Dapat Bantuan Dari Bupati Ipuk

Read Next

Ikuti Arahan Presiden Jokowi, Bupati Ipuk : Kami Terus Dorong Ekonomi Arus Bawah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *