Musnahkan Miras dan Knalpot Brong, Ini Penjelasan Kapolresta Banyuwangi

visfm.com, Banyuwangi – Polresta Banyuwangi memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai jenis serta knalpot brong, sebagai upaya cipta kondisi dalam menjaga Kamtibmas dan Kamtibcarlantas di Banyuwangi memasuki Bulan Ramadan ditengah pandemi Covid-19.

Tercatat ada 1.607 botol miras pabrikan atau setara 1.607 liter yang dimusnahkan, seperti Bir, Anggur, Topi Miring, Newport dan Vodca. Juga 667 botol arak dan 110 botol tuak yang masing-masing berisi 1 liter. Serta 7 jirigen tuak berisi 210 liter. Dengan total keseluruhan 2.594 liter minuman keras dimusnahkan dengan dilindas kendaraan slender.

Selain itu juga di lakukan pemusnahan 26 buah knalpot brong, dengan cara di potong menggunakan mesin khusus.

Usai memimpin langsung pelaksanaan pemusnahan tersebut, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, seluruh miras dan knalpot brong itu merupakan hasil operasi pekat semeru 2021 yang dilaksanakan selama 12 hari, dalam rangka untuk menciptakan rasa aman ditengah masyarakat memasuki bulan suci Ramadan, khususnya bagi umat islam yang menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Mapolresta Banyuwangi, Rabu (14/4/2021) tersebut, juga di hadiri perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta Ketua MUI Banyuwangi Moh Yamin.

“Dari kegiatan pemusnahan ini di harapkan bisa menegakkan supremasi hukum yang akuntabel dan humanis. Juga dapat mencegah maraknya peredaran dan penyalahgunaan minuman keras di wilayah Kabupaten Banyuwangi,” papar Kombes Arman.

Selain itu menurut Kapolresta, dapat menjaga rasa nyaman dan keselamatan pengguna jalan raya di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

“Sekaligus terciptanya situasi dan kondisi Kamtibmas dan Kamtibcarlantas Banyuwangi yang aman terkendali dan kondusif selama bulan Ramadan 1442 Hijriah di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Selain pemusnahan miras dan knalpot brong, Polresta Banyuwangi juga melaksanakan penandatanganan orang tua untuk terus mengawasi anak-anaknya agar tidak menggunakan knalpot brong pada sepeda motornya.

“Ini sengaja dilakukan pihak kepolisian karena masih ditemukan anak-anak muda yang menggelar balap liar, utamanya di saat malam minggu hingga menjelang dini hari,” jelasnya.

Lebih lanjut Kombes Arman mengatakan, jika nantinya masih ditemukan adanya pengendara menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong, maka akan dikenakan sangsi kendaraannya diamankan kepolisian sekaligus dilepas knalpotnya.

“Mereka bisa kembali mengambil sepeda motornya, tapi dengan syarat seluruh kelengkapan kendaraan harus diganti dengan yang standart,” pungkas Kombes Arman.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Banyuwangi Ijinkan Pasar Takjil Ramadan, Bupati Ipuk : Ekonomi Rakyat Harus Tetap Jalan

Read Next

Warungnya Roboh Akibat Getaran Gempa, Warga Banyuwangi Dapat Bantuan Dari Bupati Ipuk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *