Radio VIS FM Banyuwangi
Banyuwangi Sosialisasikan Bantuan Dana Hibah Kemenparekraf ke Pengusaha Hotel dan Restorant
visfm.com, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi mulai mensosialisasikan bantuan dana hibah tahun 2020 dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepada para pemilik hotel dan restoran... Banyuwangi Sosialisasikan Bantuan Dana Hibah Kemenparekraf ke Pengusaha Hotel dan Restorant

visfm.com, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi mulai mensosialisasikan bantuan dana hibah tahun 2020 dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepada para pemilik hotel dan restoran serta destinasi wisata. Tercatat total 10 Miliar lebih bantuan dana hibah dari Kemenparekraf khusus Pemkab Banyuwangi.

7 Miliar lebih digunakan untuk kebutuhan hotel dan restoran dan 3 Miliar lebih untuk destinasi wisata dan sosialisasi penerapan protocol kesehatan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan, sementara ini pihaknya mengusulkan ke Kemenparekraf adalah sebanyak 429 restorant dan 79 hotel. Juga 90 destinasi wisata dan desa wisata. Untuk mekanisme cara mendapatkan dana hibah tersebut sudah di sebar ke seluruh pemilik hotel dan restorant serta pengelola destinasi wisata dan desa wisata.

“Selanjutnya mereka akan mengirimkan berbagai persyaratan sesuai dengan ketentuan itu ke kami lalu di verifikasi oleh Inspektorat untuk di review, apakah sesuai dengan juklak dan juknis,” ujar Bramuda.

“Jika sudah sesuai, maka akan di terbitkan SK dilanjutkan dengan Bimtek kepada mereka untuk persiapan penyaluran dana dari pemerintah pusat ke yang bersangkutan,” paparnya.

Bramuda menjelaskan, dana hibah pariwisata tahun 2020 tersebut dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan hotel dan restorant. Diantaranya, mencukupi kebutuhan sarana protocol kesehatan untuk melaksanakan program CHSE, seperti membeli alat thermogun yang lebih canggih, penyediaan handsanitizer dan sebagainya.

“Membiayai pemberlakukan harga khusus kamar hotel selama program ini berjalan. Dalam artian, pihak hotel memberikan diskon khusus untuk menarik minat wisatawan datang ke Banyuwangi,” tutur Bramuda.

Selanjutnya kata Bramuda, untuk membiayai kegiatan promosi, membiayai penyelenggaraan pertunjukan kesenian untuk menghibur tamu hotel atau restorant, membayar gaji pegawai atau karyawan serta untuk pemenuhan kebutuhan operasional hotel dan restorant, seperti membayar listrik dan telphon.

“Demua dana hibah ini adalah untuk mengatasi dalam jangka pendek tentang biaya operasional, serta meningkatkan kapasitas CHSE di masing masing hotel, restoranat maupun destinasi,” kata Bramuda.

Bramuda menambahkan, untuk kriteria hotel dan restorant yang bisa mendapatkan dana hibah ini adalah harus sudah mempunyai ijin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Kedua, betul betul sudah membayar pajak yang aktif sampai tahun 2019. Ketiga restorant dan hotelnya masih beroperasi. Terakhir, mereka sudah berdiri maksimal tahun 2019.

“Apabila baru berdiri tahun 2020, maka tidak bisa mendapatkan manfaat dari ketentuan dana hibah itu karena dampak covid betul betul dirasakan oleh hotel dan restorant yang berdiri sebelum tahun 2020,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bramuda mengatakan, untuk besaran nominal dana hibah yang di terima oleh masing masing hotel dan restorant berbeda beda. Karena hal itu dihitung dari prosesntase pajak aktif yang di bayarkan ke pemerintah daerah.

“Semakin rajin membayar pajak karena manfaatnya untuk rakyat, maka mereka akan di berikan dana hibah lebih banyak sesuai juklak dan juknis yang ada,” pungkas Bramuda.

Sementara, sosialisasi bantuan dana hibah tahun 2020 dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini di gelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi pada Kamis (26/11/2020) di Banyuwangi.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *