Radio VIS FM Banyuwangi
UMKM Kampung Roti Antusias Dukung Program “UMKM Naik Kelas” ala Ipuk Fiestiandani
visfm.com, Banyuwangi – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kampung Roti, Desa Gambiran Kecamatan Gambiran cukup antusias begitu mengetahui adanya program... UMKM Kampung Roti Antusias Dukung Program “UMKM Naik Kelas” ala Ipuk Fiestiandani

visfm.com, Banyuwangi – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kampung Roti, Desa Gambiran Kecamatan Gambiran cukup antusias begitu mengetahui adanya program “UMKM Naik Kelas” dari Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Di Desa Gambiran ini banyak usaha roti yang dikelola rumah tangga. Usaha rumahan itu telah berlangsung secara turun temurun. Nama merek rotinya juga berdasarkan nama pemiliknya. Seperti Aruma Bakery, Ratna Bakery, Jessica Bakery, dan lainnya.

Pemilik Arum Bakery, Miftahul Huda mengaku usaha rotinya ini adalah usaha keluarga sejak ada kakeknya.

“Di tempat usaha saya terdapat 50 pekerja. Setiap hari saya bisa memproduksi 5.000 roti, untuk memenuhi kebutuhan di seluruh Banyuwangi,” ungkap Huda.

Huda mengaku sangat tertarik dengan program UMKM Naik Kelas yang diusung Ipuk.

“Di sini usaha rotinya masih secara tradisional secara turun temurun. Untuk itu, saya berharap dengan program UMKM Naik Kelas yang diusung bu Ipuk, usaha saya bisa berkembang dengan berbagai inovasi,” ujar Huda.

Huda berharap agar nantinya ketika Ipuk terpilih sebagai Bupati, usaha roti di kampungnya bisa menjadi lokasi pelatihan dan pendampingan karena dia ingin usahanya bisa lebih berkembang lagi.

“Karena itu, saya sangat menyambut positif program UMKM Naik Kelas dari bu Ipuk sekaligus ingin terlibat di dalam program itu,” tutur Huda.

Di tempat ini, Ipuk sempat mencicipi roti hasil buatan kampung roti tersebut.

“Rotinya sangat enak. Ini menjadi potensi bagi kampung sini untuk membuka lapangan kerja,” ungkap Ipuk.

Ipuk mengatakan, dengan program UMKM Naik Kelas, para pelaku usaha roti di kampung ini bisa memanfaatkan berbagai fasilitas yang disiapkan. Seperti bantuan alat usaha, pendampingan, pelatihan, dan lainnya. Termasuk difasilitasi berbagai sertifikasi, misalnya kehalalan produk.

“Usaha rumahan lain, juga akan kami fasilitasi seperti sertifikasi PIRT yang sangat penting sebagai bukti bahwa usaha makanan-minuman rumahan yang dijual memenuhi standar produk pangan yang berlaku,” papar Ipuk.

Ipuk mengatakan, pada tahun pertama kepemimpinan jika diberi amanah, dia menargetkan bisa membawa 10.000 UMKM Naik Kelas.

“Gol dari program ini adalah peningkatan pendapatan UMKM sekaligus perluasan lapangan kerja dari UMKM-UMKM yang terus ekspansif. Termasuk di kampung roti ini,” papar Ipuk.

Apalagi di masa pandemi seperti ini kata Ipuk, yang dibutuhkan adalah menggerakkan ekonomi arus bawah, yaitu UMKM.

Dalam konsep UMKM naik kelas ala Ipuk-Sugirah, setiap UMKM bakal mendapatkan berbagai fasilitas. Mulai pelatihan manajemen bisnis, akses modal bersubsidi, alat bantu produksi, sertifikasi (PIRT, Halal, BPOM, dan sebagainya), pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pemasaran online, branding (termasuk kemasan), fasilitasi pemasaran (business matching, dukungan marketplace nasional, dan lainnya), dan sebagainya.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *