Radio VIS FM Banyuwangi
Polisi Banyuwangi Uji Swab 12 Pendemo yang Diamankan
visfm.com, Banyuwangi – Sebanyak 12 orang pengunjuk rasa di gedung DPRD menuntut penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang diamankan kepolisian menjalani uji... Polisi Banyuwangi Uji Swab 12 Pendemo yang Diamankan

visfm.com, Banyuwangi – Sebanyak 12 orang pengunjuk rasa di gedung DPRD menuntut penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang diamankan kepolisian menjalani uji swab di Mapolresta Banyuwangi, Jum’at (23/10/2020), menyusul salah satu dari mereka diketahui reaktif setelah dilakukan rapid tes.

Sebelumnya, dalam aksi unjuk rasa yang di gelar pada Kamis (22/10/2020) tersebut berlangsung ricuh. Pintu pagar besi gedung DPRD Banyuwangi roboh dan sempat menimpa puluhan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan, setelah terjadi aksi dorong dengan ratusan pendemo.

Tidak hanya itu, massa melempari petugas dengan batu dan botol bekas minuman air mineral. Aparat kepolisian pun langsung bertindak tegas dengan menembakkan water canon dan gas air mata untuk memukul mundur massa.

Mendapati kondisi yang semakin tidak terkendali ini, petugas pun dengan sigap mengamankan 12 orang pendemo yang di duga menjadi provokator kericuhan untuk dilakukan pendataan. 2 orang diantaranya perempuan dan 10 lainnya laki laki.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, setelah diamankan, kepolisian melakukan rapid tes terhadap mereka dan hasilnya salah satu orang di ketahui reaktif.

“Kepolisian pun melanjutkan dengan uji swab pada belasan anak anak muda itu, guna mengantisipasi adanya pendemo yang di duga terkonfirmasi covid-19,” ungkap Kombes Arman.

“Dalam hal ini kami melibatkan tim medis RSUD Blambangan Banyuwangi. Untuk hasil swab baru di ketahui 3 hari kedepan,” tuturnya.

Kapolresta menjelaskan, dari ke 12 pendemo yang diamankan itu, 10 orang diantaranya berusia dewasa dan tercatat sebagai mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Banyuwangi. Sementara 2 lainnya masih di bawah umur dan tercatat sebagai pelajar.

“Tapi salah satu dari keduanya, menjalani proses hukum karena diduga sebagai pelaku pengrusakan fasilitas di lokasi unjuk rasa,” kata Kapolresta.

Pelaku yang tercatat sebagai pelajar SMK dan masih di bawah umur itupun menjalani proses hukum system peradilan anak dengan didampingi Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Untuk 11 pendemo lainnya berstatus sebagai saksi. Sementara untuk pelaku tersebut di jerat pasal berlapis yakni pasal 214 dan 406 KUHP mengenai adanya indikasi pengrusakan fasilitas publik, pasal 212, 213 dan 216 tentang upaya melawan petugas. Juga pasal 170 KHUP tentang kekerasan yang dilakukan bersama sama,” papar Kombes Arman.

Setelah di data dan menginap di Mapolresta Banyuwangi selama sehari semalam untuk menjalani pemeriksaan, kepolisian pun mendatangkan orang tua dari masing masing pendemo tersebut.

Salah satu orang tua pendemo mengaku tidak mengetahui jika anaknya diamankan kepolisian karena terlibat kericuhan saat berunjuk rasa.

Sambil menangis, sang ibu menceritakan bahwa hingga setelah magrib, WH anaknya tidak juga pulang ke rumah.

“Lalu datang teman-teman anak saya mengabarkan kalau anak saya diamankan kepolisian karena diduga terlibat kericuhan saat demo,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak menyangka anaknya bisa berbuat seanarkis itu, karena setiap hari biasanya hanya bermain game di rumah.

“Saya berharap ini bisa menjadi pembelajaran bagi anak saya agar ke depannya menjadi lebih baik dan semakin dewasa di dalam menyikapi berbagai permasalahan,” pungkasnya.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *