Radio VIS FM Banyuwangi
PCNU Banyuwangi Minta Polisi Bebaskan 12 Pendemo. Ini Yang Disampaikan Gus Makki
visfm.com, Banyuwangi – Kepolisian Polresta Banyuwangi menyerahkan kembali ke 12 pendemo yang diduga sebagai provokator kericuhan dalam aksi unjuk rasa di gedung DPRD menolak... PCNU Banyuwangi Minta Polisi Bebaskan 12 Pendemo. Ini Yang Disampaikan Gus Makki

visfm.com, Banyuwangi – Kepolisian Polresta Banyuwangi menyerahkan kembali ke 12 pendemo yang diduga sebagai provokator kericuhan dalam aksi unjuk rasa di gedung DPRD menolak UU Omnibus Law kepada orang tuanya, setelah adanya jaminan dari Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LKBH NU) Banyuwangi.

Mereka diamankan kepolisian sehari semalam untuk menjalani pemeriksaan. Dari ke 12 pendemo tersebut, 10 laki laki dan 2 lainnya perempuan. Ironisnya, 2 dari belasan pendemo yang diamankan kepolisian itu masih di bawah umur dan tercatat sebagai pelajar di sekolah tingkat SMA di Banyuwangi. Sedangkan 10 pendemo sisanya merupakan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Banyuwangi.

Dari hasil pengembangan penyidikan kepolisian, 1 pelajar di duga ikut terlibat melakukan pengrusakan fasilitas public di area gedung DPRD Banyuwangi pada unjuk rasa Kamis (22/10/2020). Sehingga, dia harus menjalani proses hukum system peradilan anak dengan didampingi Balai Pemasyarakatan (Bapas). Sedangkan 11 lainnya berstatus sebagai saksi.

LKBH NU datang ke Mapolresta Banyuwangi bersama masing masing orang tua dari ke 12 pendemo tersebut, di dampingi Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Makki Zaini atau yang biasa disapa Gus Makki. Mereka di terima langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

Kepada Kapolresta, Gus Makki meminta untuk tidak dilakukan penahanan terhadap belasan anak muda tersebut karena ada beberapa relaksasi yang dinilainya tidak melanggar peraturan perundang undangan.

“Setelah berkomunikasi dengan baik, rupanya ada respon dari pak Kapolresta bahwa seluruh pendemo itu di kembalikan ke orang tuanya,” ungkap Gus Makki.

Namun terlebih dahulu, mereka diwajibkan membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Atas nama Ketua PCNU Banyuwangi, saya meminta kepada masing masing orang tua untuk terus memantau serta lebih memperketat pergaulan anak anaknya,” ujar Gus Makki.

“Sekaligus lebih berhati hati dengan siapa anaknya berteman. Karena saat ini peredaran narkoba dan minuman keras semakin meraja lela,” tuturnya.

Saat pulang ke rumah pun, orang tua diminta untuk mengecek isi ponsel anaknya. Dapat WA, SMS ataupun telf dari siapa.

Menurut Gus Makki, hal ini demi kebaikan dan masa depan anak anak mereka.

“Apabila ada kesulitan dari para orang tua untuk mendidik anak anaknya tersebut maka PCNU siap membantu. Karena mereka masih berusia belum dewasa dan dinilai masih bisa untuk diajak berbicara dengan baik,” kata Gus Makki.

“Terakhir, minta orang tua mereka mendoakan anak anaknya agar selalu di berikan keselamatan serta bisa berteman dengan teman yang benar benar membawa kebaikan,” jelasnya.

Suasana haru pun mewarnai prosesi penyerahan ke 12 pendemo tersebut kepada orang tuanya.

Dan penyerahan di laksanakan langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin didampingi Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Makki Zaini di Mapolresta Banyuwangi, Jum’at (23/10/2020).

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *