Radio VIS FM Banyuwangi
Ribuan MBR di Banyuwangi Dapat Layanan Sambungan Air Bersih Gratis
visfm.com, Banyuwangi – Di tahun 2020 ini, tercatat ada 1.500 lebih Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendapatkan layanan sambungan baru air bersih secara gratis yang... Ribuan MBR di Banyuwangi Dapat Layanan Sambungan Air Bersih Gratis

visfm.com, Banyuwangi – Di tahun 2020 ini, tercatat ada 1.500 lebih Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendapatkan layanan sambungan baru air bersih secara gratis yang di pasang oleh Perusahaan Umum daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi.

Hal ini sebagai upaya perhatian dari Pemkab Banyuwangi terhadap peningkatan sanitasi di lingkungan warga.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan layanan ini adalah pelaksanaan dari Program Hibah Air Bersih Perkotaan yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Melalui program ini, pemerintah daerah didorong melakukan upaya mengatasi masalah akses air bersih warga miskin yang didukung oleh Kementrian PUPR. Termasuk salah satunya memfasilitasi biaya pemasangan sambungan baru bagi warga,” papar Bupati Anas Saat meninjau sejumlah lokasi warga di Lingkungan Wangkal Timur Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro.

Dijelaskan Bupati Anas, pada tahun ini Banyuwangi mengajukan sebanyak 1.575 Sambungan Rumah (SR). Setelah diverifikasi, ada 1.540 SR yang disetujui oleh Kementerian PUPR. Dan di bulan Oktober ini seluruhnya selesai dipasang. Sementara, hingga Oktober 2020, total ada 1.540 sambungan rumah (SR) di 13 kecamatan yang telah terpasang. Warga yang semula kesulitan mengakses air bersih, kini bisa mendapatkan dengan mudah karena di rumahnya telah terpasang sambungan PUDAM.

“Alhamdulillah, kini masyarakat bisa dengan mudah mengakses air bersih. Ke depan program ini akan kembali diteruskan dengan target 2.000 rumah warga,” ujar Bupati Anas.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Widodo Waluyo menjelaskan bahwa lewat program hibah dari Kementrian PUPR ini warga akan menikmati keuntungan membayar biaya sambungan baru yang lebih murah dari biaya regular, bahkan bebas biaya.

“Mekanisme program ini adalah pemkab membiayai terlebih dahulu investasi jaringan perpipaan hingga ke sambungan rumah (SR) ke rumah warga. Setelah proses verifikasi, maka pemerintah pusat akan mengganti biaya itu,” jelas Widodo.

Untuk menjalankan program tersebut, kata Widodo, pemkab juga harus memenuhi beberapa persyaratan. Yakni memiliki Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan kesiapan APBD pada tahun berjalan. Sedangkan syarat bagi MBR penerima hibah adalah daya listrik yang terpasang pada rumah tangga tersebut tidak lebih besar dari 1.300 VA.

Selain juga 50 persen di antara target tersebut diperuntukkan bagi MBR yang memiliki daya listrik 900 VA.

“Kami berharap, program Hibah Air Minum ini dapat meningkatkan cakupan pelayanan dan berkontribusi pada program 100-0-100, yang merupakan target 100% akses aman air minum, 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi layak yang dapat dipenuhi pada tahun 2030,” papar Widodo.

Sejumlah warga pun mengaku senang dengan program tersebut. Mereka mengaku dulunya bergantung pada sumber air yang dialirkan secara swadaya. Kini, mereka bisa mendapatkan air dengan mudah.

Jika sebelumnya harus pasang pipa sampai 3 kilometer jauhnya, dan itupun airnya kadang lancar kadang susah. Namun sekarang, mereka tinggal putar kerannya sudah keluar airnya, bahkan bersih pula.

Di Kecamatan Kalipuro sendiri, ada 122 MBR yang menerima manfaat program ini. Termasuk 44 MBR warga di lingkungan Wangkal tersebut.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *