Dampak Sebaran Virus Corona, Permintaan Jamu Tradisional di Banyuwangi Meningkat

visfm.com, Banyuwangi – Produksi IKM Jamu Tradisional di Banyuwangi mengalami peningkatan cukup segnifikan dengan pemasaran hingga ke luar negeri, menyusul merebaknya isu penyebaran Virus Corona.

Salah satu pemilik IKM Jamu Tradisional, Heru Prayitno mengatakan, gara gara merebak isu Virus Corona, penjualan produknya mengalami peningkatan hingga mencapai 300 persen dalam setiap hari.

“Biasanya, sehari saya mengirim 50 box Temulawak Celup dan Jahe Rempah Celup. Kini bisa mencapai 150 box,” ujar Heru.

“Dengan penghasilan saat ini mencapai Rp 30 juta per bulan setelah sebelumnya dikisaran Rp 15 juta perbulan,” imbuhnya.

Untuk pengirimannya pun tidak hanya di kawasan Banyuwangi saja, namun juga ke beberapa Kabupaten dan Kota bahkan hingga ke luar negeri.

Heru menjelaskan, untuk permintaan tertinggi saat ini ke Bali, Jakarta, Batam, Surabaya, Malang, Jember, Jogjakarta dan Tuban.

“Pengiriman ke luar negeri juga meningkat luar biasa, seperti ke Afrika, Singapura dan Turki. Yang terbaru, sudah ada pesanan ke India dalam waktu dekat,” kata Heru.

Jamu tradisional yang di produksi Heru tersebut cukup praktis, yakni Temulawak Celup dan Jahe Rempah Celup.

Setiap box untuk Temulawak Celup berisi 25 kantong seharga Rp 25.000. Sedangkan Jahe Rempah Celup berisi 12 kantung disetiap box dengan harga Rp 15.000.

Heru mengaku, selain jumlah pengiriman yang meningkat tajam akibat isu Virus Corona, namun harga penjualan per box pun juga naik. Sebelumnya, harga per box Temulawak Celup Rp 22.000 dan Jahe Rempah Celup seharga Rp 13.000 per box.

“Untuk yang kemasan celup bisa awet hingga 2 tahun. Tapi untuk minuman cair kemasan botol, bisa bertahan hanya sampai 7 hari,” tutur Heru.

Untuk saat ini Heru juga memproduksi minuman kemasan botol Temulawak, Ekstra Temulawak dan yang inovasi terbaru adalah Jahe Kunyit Sereh.

Heru mengakui bahwa, mengkonsumsi jamu tradisional tersebut bisa meningkatkan kekebalan tubuh serta menjaga tubuh agar tetap fit. Khususnya di saat isu sebaran Virus Corona yang mewabah di sejumlah negara termasuk Indonesia, menyebabkan produktifitas serta penjualan jamu tradisional hasil produksi rumahan miliknya yang mulai dirintis sejak 2014 tersebut mengalami peningkatan tajam.

“Dari inovasi saya ini, pernah dapat penghargaan dari pak Bupati Anas beberapa waktu lalu. Juga dapat penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan dapat bantuan dana hibah senilai Rp 320 juta,” pungkas Heru.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

Minimalisir Virus Corona, Bupati Anas Ajak Warga Konsumsi Jamu Tradisional

Read Next

Waspadai Penyebaran Virus Corona di Banyuwangi, Bupati Anas Gandeng Jajaran Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *