Radio VIS FM Banyuwangi
visfm.com, Banyuwangi – Sejumlah perupa atau seniman lukis di Banyuwangi memangkas habis rambutnya, sebagai ungkap syukur atas dilantiknya Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah...

visfm.com, Banyuwangi – Sejumlah perupa atau seniman lukis di Banyuwangi memangkas habis rambutnya, sebagai ungkap syukur atas dilantiknya Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih.

Aksi cukur gundul ini digelar di Langgar Art Tukang Kayu dengan melibatkan 5 orang perupa, Jum’at (26/2/2021). Sementara, 20 perupa lainnya melukis secara abstrak di atas kanvas bertemakan Sunrise of Java.

“Ini merupakan nadzar atau niat dari para perupa, jika pasangan Ipuk-Sugirah sudah dilantik maka akan mencukur habis rambutnya,” ungkap Abdul Azsi, salah satu perupa.

Pria berusia 60 tahun tersebut mengungkapkan bahwa cukur gundul ini memiliki filosofi semangat kerja dimulai dari nol.

“Kami memiliki ekspektasi bahwa ke depan Banyuwangi akan lebih baik lagi dengan berbagai konsep yang sebelumnya sudah dibuat oleh Pak Anas dan kini belum selesai. Sehingga Ipuk-Sugirah akan melanjutkan, terutama di sector pariwisata,” papar Azis.

Azis berharap, ke depan pemerintah daerah lebih memperhatikan para seniman, bukan hanya seni rupa saja namun juga seni budaya lainnya yang ada di Banyuwangi agar menjadi lebih baik di tangan Bupati Ipuk.

“Untuk para pelukis, selama ini telah terfasilitasi dengan adanya Langgar Art, bimbingan mas Imam,” kata Azis.

“Keberpihakan pemda kepada para seniman perupa sangat terbuka,” tuturnya.

Dicontohkan Azis, disaat semua agenda seni budaya dihapus selama masa pandemi, namun para pelukis masih diberikan ruang dan tempat untuk memamerkan hasil karyanya di pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Ini membuktikan kepedulian pemerintah daerah terhadap para seniman perupa sangat bagus. Terima kasih pak Anas,” ungkap Azis.

Azis melanjutkan, pihaknya berencana mendirikan sekolah seni rupa di Banyuwangi karena selama ini belum ada.

Dia beralasan bahwa, Jogjakarta dan Bandung dikenal masyarakat luas juga karena ada sekolah seni rupa.

“Sedangkan di Banyuwangi sendiri, sudah siap tempatnya tinggal di eksekusi oleh bupati yang baru,” tutur Azis.

Sementara, penggagas aksi cukur rambut, Windu Pamor menambahkan, sebanyak 20 perupa lainnya menuangkan lukisannya diatas kanvas berukuran 135 cm x 2 meter dengan tema Sunrise of Java secara spontanitas.

“Tema ini memiliki filosofi bahwa berbagai program yang dicanangkan Pak Anas sudah bagus agar dilanjutkan oleh Bu Ipuk sebagai kesinambungan,” kata Windu.

“Jika perlu menambah program-program lain yang membaut Banyuwangi akan semakin bagus lagi,” tuturnya.

Dan tema Sunrise of Java tersebut diakui Windu, juga sebagai pengharapan bahwa dari ujung timur pulau jawa, Banyuwangi akan lebih bersinar lagi ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri.

“Hasil dari lukisan ini nantinya akan di hibahkan ke pemerintah daerah sebagai cinderamata,” pungkas Windu.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *