Radio VIS FM Banyuwangi
Telur Jadi Kebutuhan Masyarakat Untuk Tingkat Imuinitas Dimasa Pandemi, Stok di Banyuwangi Aman
visfm.com, Banyuwangi – Selama pandemi covid-19 kebutuhan bahan pokok mengalami peningkatan, termasuk telur ayam. Sementara untuk di Banyuwangi, kebutuhan telur ayam hampir sebagian besar... Telur Jadi Kebutuhan Masyarakat Untuk Tingkat Imuinitas Dimasa Pandemi, Stok di Banyuwangi Aman

visfm.com, Banyuwangi – Selama pandemi covid-19 kebutuhan bahan pokok mengalami peningkatan, termasuk telur ayam. Sementara untuk di Banyuwangi, kebutuhan telur ayam hampir sebagian besar dipasok oleh peternakan setempat. 

Saat mengunjungi salah satu peternakan ayam ramah lingkungan, Wijoyo Farm di Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, selama pandemi kebutuhan telur memang meningkat cukup segnifikan karena berhubungan dengan daya imunitas.

“Selain itu juga kebijakan stay at home yang banyak membuat ibu-ibu memproduksi berbagai olahan telur,” ungkap Bupati Anas.

“Alhamdulillah, ternyata kebutuhan telur daerah dipenuhi oleh peternak local,” imbuhnya.

Wijoyo Farm adalah salah satu peternakan ayam di Banyuwangi yang dikelola secara modern menggunakan mesin. Tiap hari peternakan yang memiliki 75.000 ekor ayam ini, bisa memproduksi 20.000 butir telur, atau 2 ton telur. 

Bupati Anas menjelaskan, dengan memakai sistem modern seperti ini, peternakan ayam yang biasanya dikenal bau menjadi tidak berbau.

Peternakan ayam ini terdiri dari tiga lantai. Lantai paling atas digunakan sebagai kandang ayam. Kandangnya bersih dan terdapat pendingin udara yang disesuaikan dengan suhu ruangan. Ayam dibersihkan tiap hari.

“Demikian juga untuk pakan tiap hari dilakukan sterilisasi agar tidak terdapat lalat,” ungkap Bupati Anas.

Agus Wijaksono, Direktur Wijoyo Farm mengatakan, setiap hari dirinya melakukan sterilisasi terhadap ayam dan pakannya, agar ayam sehat tidak mudah terserang penyakit.

Kandang ini menggunakan mesin yang bisa langsung mengambil telur, dan mengirimkan ke lantai dua.

“Di lantai ini dilakukan sortirisasi memilih dan meletakkan telur yang telah disterilisasi sebelumnya,” kata Agus.

“Sementara limbah seperti kotoran ayam langsung diturunkan ke lantai dasar dan dikeringkan sehingga tidak berbau, yang selanjutnya dikirim ke pengepul pupuk,” paparnya.

Agus mengaku semuanya sudah memakai mesin. Hanya mengolah pakannya saja yang masih memakai cara manual.

“Peternakan saya ini masih berjalan selama 6 tahun. Baru memenuhi kebutuhan pasar di seputaran Banyuwangi kota dan Banyuwangi wilayah selatan,” jelas Agus.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan, mengatakan keberadaan peternakan ini dinilai semakin menambah produksi telur di Banyuwangi. 

“Di Banyuwangi kebutuhan telur mencapai 193 ton per pekan. Sementara produksi telur mencapai 218 ton per pekannya atau setara dengan 872 ton perbulan. Sehingga untuk stok kebutuhan telur masih relatif aman di Banyuwangi,” jelas Arief.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *