Radio VIS FM Banyuwangi
Antisipasi Banjir, Banyuwangi Lakukan Normalisasi Sungai
visfm.com, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi melakukan berbagai langkah antisipasi dalam mengatasi kemungkinan terjadinya banjir, menyusul saat ini telah memasuki musim penghujan. Plt Kepala Dinas... Antisipasi Banjir, Banyuwangi Lakukan Normalisasi Sungai

visfm.com, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi melakukan berbagai langkah antisipasi dalam mengatasi kemungkinan terjadinya banjir, menyusul saat ini telah memasuki musim penghujan.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo meminta semua bersiap atas potensi banjir, sembari pemkab terus melakukan sejumlah upaya.

“Kita semua harus waspada, berjaga-jaga atas potensi banjir, mengingat sudah memasuki musim penghujan. Khususnya di Banyuwangi wilayah barat, berdasarkan data ke depan akan ada peningkatan intensitas daripada curah hujan yang berpotensi menyebabkan banjir,” papar Guntur yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan tersebut.

Dia menyebutkan bahwa sejumlah upaya telah dipersiapkan oleh pemkab untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Salah satunya, melakukan pengerukan sungai secara rutin hingga menjaga pintu air dam selama 24 jam. Bahkan pihaknya telah menetapkan siaga 1 untuk seluruh koordinator sumber daya air (korsda) se-Banyuwangi.

“Komunikasi antar korsda terus kami intensifkan, agar saat cuaca buruk atau hujan deras dapat disampaikan langsung ke hilir sebelum air datang,” ujar Guntur.

“Khusus dam-dam besar, seperti Garit, Dam Gembleng, Dam Karangdoro dijaga 24 jam untuk antisipasi,” imbuhnya.

Guntur mengaku, selain itu, pihaknya telah melakukan normalisasi sungai dan dam besar sejak akhir tahun lalu hingga saat ini. Ada sekitar 5 dam besar dan 20 yang sedang/kecil telah dilakukan pengerukan.

Sementara, sungai yang rawan banjir seperti muara Kali Lo juga sudah dinormalisasi. Termasuk Dam garit Alasmalang yang beberapa tahun lalu sempat terjadi banjir.

“Segala upaya ini tidak ada artinya apabila masyarakat tak peduli terhadap lingkungannya,” kata Guntur.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumahnya agar mencegah bajir. Seperti, kesadaran masyarakat untuk tetap waspada menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” paparnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika kelas lll Banyuwangi menyatakan bahwa pada Januari-Februari 2021 Banyuwangi telah memasuki puncak musim hujan. Beberapa wilayah di Banyuwangi pun diprakirakan bakal mengalami hujan lebat.

Ganis Dyah Limaran, Prakirawan pada BMKG Banyuwangi mengatakan, curah hujan yang berpotensi sedang-lebat diperkirakan terjadi di Banyuwangi wilayah barat. Seperti Kecamatan Kalibaru, Songgon, dan Licin.

“Di wilayah barat ini pertumbuhan awannya termasuk awan konvektif seperti cumulonimbus. Untuk itu, perlu diwaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” ungkap Ganis.

Warga juga diminta harus berhati-hati karena ada kemungkinan terjadi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir. Meski demikian, Ganis menyebut bahwa curah hujan di beberapa tempat yang lain pada Januari ini masih tergolong ringan-sedang. Yang artinya masih dalam batas aman. Seperti di Kecamatan Banyuwangi.

“Dilihat dari rata-rata selama Januari intensitas hujannya 10-20 mm/hari dan ini dinilai masih relatif aman,” tutur Ganis.

BMKG juga mencatat bahwa terjadi gelombang tinggi mencapai 3,5 meter terjadi di perairan selatan Banyuwangi dan diprakirakan masih akan berlangsung hingga pekan depan.

Pada Senin (18/1/2021) tinggi gelombang laut mencapai 3,5 meter. Pada 19-22 Januari bakal menurun tergolong sedang, lalu kembali tinggi bisa mencapai 4 meter pada 23-27 Januari sehingga warga perlu waspada utamanya yang berada di pesisir pantai.

“Bagi nelayan yang melaut di perairan Selatan Banyuwangi, diimbau untuk tidak melakukan kegiatannya selama gelombang masih terpantau tinggi mencapai 4 meter sampai kondisi betul-betul aman,” pungkas Ganis.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *