Radio VIS FM Banyuwangi
Diawal 2021, Kasus Kejahatan Jalanan dan Tindakan Asusila Marak Terjadi di Banyuwangi
visfm.com, Banyuwangi – Berdasarkan catatan kriminalitas kepolisian, kasus kejahatan jalanan yang terjadi di wilayah Banyuwangi paling mendominasi di awal tahun 2021 ini, disusul kasus... Diawal 2021, Kasus Kejahatan Jalanan dan Tindakan Asusila Marak Terjadi di Banyuwangi

visfm.com, Banyuwangi – Berdasarkan catatan kriminalitas kepolisian, kasus kejahatan jalanan yang terjadi di wilayah Banyuwangi paling mendominasi di awal tahun 2021 ini, disusul kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Diantaranya adalah kasus pencurian yang menduduki peringkat pertama dengan 3 kasus dan 4 tersangka. Ada pula kasus penjambretan, pengeroyokan, pencurian sepeda motor dan membawa senjata tajam.

Selain itu, kasus yang paling menonjol yang berhasil diungkap kepolisian adalah persetubuhan anak di bawah umur sebanyak 3 kasus dengan tersangka 3 orang, yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalipuro, Wongsorejo dan Cluring.

Dalam keterangan persnya, Jum’at (15/1/2021), Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, rata rata laporan polisi dari sejumlah kasus tersebut terjadi di bulan November 2020 namun pengungkapan kasusnya pada Januari 2021.

“Seperti kasus pencurian dengan pemberatan dilakukan oleh tersangka dengan masuk ke dalam rumah korban dengan merusak pintu rumah lalu membawa kabur beberapa unit ponsel,” ungkap Kombes Arman.

“Juga ada kasus penjambretan di wilayah Kecamatan Rogojampi dan Banyuwangi kota. Serta kasus yang hubungannya dengan membawa senjata tajam seperti yang terjadi di Kecamatan Cluring,” paparnya.

Kapolresta menjelaskan, di awal tahun 2021 kasus persetubuhan anak di bawah umur terjadi 3 kasus dengan diamankan 4 orang tersangka.

“Disini, kebanyakan para tersangka mengawalinya dengan berbagai rayuan maut hingga dilakukan pengancaman sebelum mereka melakukan aksi bejatnya,” tutur Kapolresta.

Sementara itu, Kombes Arman juga menjelaskan terkait kasus pengeroyokan yang berhasil diungkap kepolisian dengan tersangka masih berstatus sebagai pelajar dan di bawah umur.

“Kepolisian tak melakukan penahanan pada tersangka hanya di kenakan sangsi wajib lapor dengan pendampingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jember karena masih dibawah umur,” kata Kapolresta.

“Sedangkan untuk pelaku yang berusia dewasa dilakukan penahanan sesuai undang udang yang berlaku,” imbuhnya.

Sementara, dari data yang ada, total aksi kejahatan yang berhasil di ungkap Polresta Banyuwangi diawal 2021 ini adalah 12 kasus dengan mengamankan 18 orang tersangka.

Kini, para tersangka ditahan di masing masing polsek jajaran dari lokasi kejadian. Ada pula yang dilakukan penahanan di Mapolresta Banyuwangi.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *