Radio VIS FM Banyuwangi
Di Banyuwangi, Pertama Kali Ditemukan Situs Perbengkelan Klasik Masa Kerajaan Majapahit
visfm.com, Banyuwangi – Situs Watukebo, Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, merupakan situs perbengkelan klasik di masa Kerajaan Majapahit yang pertama kali ditemukan... Di Banyuwangi, Pertama Kali Ditemukan Situs Perbengkelan Klasik Masa Kerajaan Majapahit

visfm.com, Banyuwangi – Situs Watukebo, Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, merupakan situs perbengkelan klasik di masa Kerajaan Majapahit yang pertama kali ditemukan atau satu-satunya di Pulau Jawa dan bakal dijadikan museum situs terbuka (open site museum).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhammad Yanuarto Bramuda, mengatakan dengan dijadikan open site museum, masyarakat yang ingin berkunjung dan belajar benda-benda peninggalan di Situs Watukebo, bisa langsung datang ke lokasi dan melihat wujud situs tersebut murni di lokasi tempat ditemukannya (insitu). 

“Tidak perlu dibangun gedung baru. Masyarakat bisa melihat benda-benda bersejarah langsung di tempat benda itu ditemukan,” ungkap Bramuda.

Bramuda menerangkan berdasarkan hasil penelitian dari Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Perhutani Banyuwangi Utara selaku pemilik lahan, diketahui Situs Watukebo pada masa lalu digunakan sebagai pemukiman dan perbengkelan logam selama abad 14 – 15 Masehi di masa Kerajaan Majapahit.

“Kami bersyukur masyarakat di sekitar situs sangat peduli dan turut menjaga kelestarian. Beberapa benda sudah diselamatkan Perhutani Banyuwangi Utara dan ditaruh di kantor mereka sebagai sampel,” paparnya.

Bramuda mengapresiasi Perhutani Banyuwangi Utara selaku pemilik kawasan situs Watukebo yang telah melindungi situs tersebut. 

Bayu Ari Wibowo tim ahli Arkeologi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi menjelaskan, bukti yang mengindikasikan bahwa situs tersebut merupakan perbengkelan logam terlihat dari ditemukannya terak besi, tungku perapian, fragmen tanur atau bekas lelehan besi, dan fragmen kowi yaitu alat untuk melelehkan logam. 

Di samping itu juga ada temuan lainnya seperti gerabah, gandik (uleg-uleg), keramik China, susunan batu-batu alam, struktur bata merah dan bekas galian yang diduga sebagai makam Mbah Janur Kuning.

“Situs perbengkelan klasik semacam ini baru pertama kali ditemukan atau satu-satunya di Pulau Jawa,” kata Bayu.

“Ada situs perbengkelan serupa di wilayah lain di Indonesia yaitu di tepi Danau Matano, Sulawesi Selatan dan Martapura, Kalimantan Selatan, namun berbeda periodisasi,” tuturnya.

Bayu menambahkan, situs Watukebo ini telah diregistrasi di Disbudpar Banyuwangi sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Artinya, perlakuan dan perlindungannya dianggap sama seperti cagar budaya. 

“Situs ini bermula saat Perhutani Banyuwangi Utara melaporkan temuan itu kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur,” jelas Bayu.

BPCB menunjuk arkeolog Disbudpar Banyuwangi dibantu Balai Arkeologi DIY meneliti cagar budaya ini.

Bayu mengaku, saat pihaknya melakukan survey pengecekan di permukaan, telah banyak sekali situs yang ditemukan di permukaan.

“Nantinya jika diperlukan, kami akan melakukan penggalian,” pungkas Bayu.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *