Dimasa Pandemi 2020, Panen Padi di Banyuwangi Melimpah

visfm.com, Banyuwangi – Di sepanjang 2020, sektor pertanian Kabupaten Banyuwangi mencatat pertumbuhan positif meski di tengah pandemi Covid-19. Tidak hanya mengalami surplus produksi, luasan tanam juga mengalami pertumbuhan. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kontribusi sektor pertanian terhadap PDB 2020 merupakan satu-satunya dari lima sektor penyangga utama PDB yang tumbuh positif sepanjang 2020. Hasil produksi pertanian khususnya padi juga mencatatkan hasil yang cukup menggembirakan, meski di tengah terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi yang dialami petani.

“Alhamdulillah, meskipun tahun 2020 cukup berat bagi sejumlah sektor di daerah, namun sektor pertanian di Banyuwangi mampu bertahan bahkan memberikan hasil yang menggembirakan,” ujar Bupati Anas saat melaksanakan panen padi di Dusun Karanglo Desa Sukonatar Kecamatan Srono, Rabu (13/1/2020).

“Luas tanam padi pun berhasil melampaui target dan produksinya juga surplus,” ungkapnya.

Pada 2020, target luas tanam padi Banyuwangi 116.240 ha, sementara realisasi luas tanam mencapai 120.168 ha. Sedangkan produksi padi pada 2020 mencapai 788.982 ton, di mana dari angka itu terdapat surplus 341.174 ton.

Menurutnya, capaian ini tentunya harus dipertahankan bahkan tingkatkan di masa yang akan datang.

“Ke depan sektor pertanian daerah juga akan terus didorong tidak hanya dari sisi produksi dan penyediaan konsumsi masyarakat, tapi juga mengintegrasikan sektor pertanian dengan sektor lainnya,” kata Bupati Anas.

“Yang juga sangat penting, pemerintah daerah harus bisa menarik minat kaum milenial untuk terjun di dunia agribisnis,” imbuhnya.

Bupati Anas juga mencontohkan kolaborasi sektor pertanian dan teknologi informasi. Pada era digital ini sinergi antara petani dan kaum muda yang melek IT, diharapkan bisa mengubah imej sektor pertanian menjadi sektor yang bergengsi.

“Munculnya startup di bidang pertanian adalah salah satu bukti bahwa sektor pertanian bisa digarap lebih menarik, efisien, dan menguntungkan,” tuturnya.

Bupati Anas menjelaskan, Banyuwangi telah mendorong tumbuhnya startup pertanian lewat Agribussiness Startup Competition (ASC) yang tiap tahun diikuti ratusan anak muda yang diharapkan bisa menjawab tantangan pertanian di era revolusi sekarang ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan membeberkan, produksi padi selama 2020 sebanyak 788.982 ton. Dari jumlah produksi tersebut, daerah surplus sebanyak 341.174 ton.

“Selain padi, produksi jagung daerah juga mengalami surplus produksi dengan jumlah produksi sebesar 221.237 ton,” pungkas Arief.

ILEX VIS

ILEX VIS

Read Previous

94 Persen Nakes di Banyuwangi Masuk Daftar Penerima Vaksin Pertama

Read Next

Horee.. BST Tahap 10 di Banyuwangi Sudah Cair

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *