Radio VIS FM Banyuwangi
Warga Dari Luar Kota ke Banyuwangi Wajib Tunjukkan Surat Rapid Tes Antigen Non Reaktif
visfm.com, Banyuwangi – Satgas penanganan covid-19 mewajibkan warga luar kota yang masuk ke Banyuwangi membawa surat rapid tes antigen non reaktif dengan pemeriksaan di... Warga Dari Luar Kota ke Banyuwangi Wajib Tunjukkan Surat Rapid Tes Antigen Non Reaktif

visfm.com, Banyuwangi – Satgas penanganan covid-19 mewajibkan warga luar kota yang masuk ke Banyuwangi membawa surat rapid tes antigen non reaktif dengan pemeriksaan di check point di setiap pintu perbatasan kabupaten, meski Banyuwangi tidak termasuk dalam daerah yang menerapkan PSBB.

Check point yang berada di 3 pintu perbatasan tersebut kini di hidupkan kembali, menyusul angka sebaran covid di Banyuwangi terus meningkat. Untuk di wilayah Banyuwangi utara berada di kawasan Kecamatan Wongsorejo yang berbatasan dengan Kabupaten Situbondo.

Di selatan ada di Kecamatan Kalibaru berbatasan dengan Kabupaten Jember. Sedangkan di wilayah barat berada di area paltuding kawah ijen, merupakan pintu perbatasan dengan Kabupaten Bondowoso.

Sekretaris Satgas yang juga merupakan Sekda Banyuwangi Mujiono mengatakan, setiap warga luar daerah yang masuk ke Banyuwangi untuk berbagai kepentingan diharuskan menunjukkan surat keterangan nonreaktif rapid tes antigen.

“Meski Banyuwangi tak termasuk dalam daerah yang memberlakukan PSBB, tapi pengendalian masyarakat luar kota yang masuk ke Banyuwangi terus dperketat,” ujar Mujiono.

Mujiono menjelaskan, kebijakan baru penanganan Covid 19 ini dilakukan Banyuwangi menyusul adanya Instruksi Mendagri No 1 Tahun 2021 dan Keputusan Gubernur jatim nomor 188/7/KPTS/031/2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Sehingga diharapkan, Kabupaten Banyuwangi tetap terjaga dari sebaran covid-19,” ungkap Mujiono.

Sementara, PSBB Jawa-Bali dari pemerintah mulai diberlakukan pada 11-25 Januari 2021 yakni ada pengawasan secara ketat untuk pelaksanaan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Selain itu juga meningkatkan operasi yustisi yang dilaksanakan Satpol PP, aparat kepolisian, dan unsur TNI sesuai amanat dari PP 21 Tahun 2020 tentang PSBB.

Dengan begitu, pada 11-25 Januari 2021 mobilitas di Pulau Jawa dan Bali akan dimonitor secara ketat.

“Seluruh aktivitas masih tetap dijalankan namun dengan protocol kesehatan yang ketat,” jelas Mujiono.

Dari daftar yang ada, untuk wilayah Jawa Timur yang wajib menerapkan PSBB adalah Surabaya Raya dan Malang Raya. Satgas Covid Banyuwangi sendiri telah menyusun kebijakan baru terkait penanganan Covid 19 di daerah. Mengingat kebijakan sebelumnya, yakni SE Nomor 210/SE/STPC/2020 tanggal 29 Desember 2020 telah berakhir.

Sebelumnya dalam SE tersebut diatur sejumlah poin terkait upaya pencegahan penularan Covid-19 di masa libur tahun baru. Antara lain penutupan seluruh destinasi wisata, karaoke dan tempat hiburan, serta pusat perbelanjaan atau mal dari 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021. Juga ada pengaturan jam buka cafe dan tempat makan serta toko modern dan tradisional.

Sementara, dari hasil rakor, Surat Edaran satgas covid terbaru di Banyuwangi mulai diberlakukan pada Rabu (13/1/2020). Seperti, destinasi wisata boleh beroperasi dengan pengaturan jam operasional, yakni antara pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kecuali Kawah Ijen, buka pukul 01.00 WIB sampai 08.00 WIB. Bukan itu saja, mal, toko modern, dan pusat perbelanjaan juga bisa dibuka mulai pukul 10.00 WIB sampai 18.00 WIB. Pengaturan serupa juga diberlakukan untuk tempat hiburan dan karaoke, yakni buka mulai pukul 10.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Sedangkan RTH dibuka mulai pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. Sementara untuk hotel, pengunjung tetap harus menunjukkan hasil rapid test antigen negatif.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *