Radio VIS FM Banyuwangi
Naik Kereta Diketahui Terkonfirmasi Covid, KAI Turunkan di Stasiun Terdekat
visfm.com, Banyuwangi – Sebagai upaya mencegah adanya klaster baru, KAI Daop 9 Jember menerapkan peraturan bahwa bagi pelanggan yang diketahui menunjukkan gejala covid saat... Naik Kereta Diketahui Terkonfirmasi Covid, KAI Turunkan di Stasiun Terdekat

visfm.com, Banyuwangi – Sebagai upaya mencegah adanya klaster baru, KAI Daop 9 Jember menerapkan peraturan bahwa bagi pelanggan yang diketahui menunjukkan gejala covid saat berada di dalam kereta api maka akan diturunkan di stasiun terdekat. Di stasiun tersebut, pelanggan yang bersangkutan di lakukan pemeriksaan medis oleh petugas.

Pelaksana Harian Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember, Raditya Mardhika Putra mengatakan, gejala covid yang dimaksud itu adalah pelanggan menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam atau suhu badan lebih dari 37,3 derajat celcius.

“Tapi jika jarak stasiun terdekat masih jauh, maka pelanggan itu diarahkan untuk masuk ke dalam ruang isolasi yang telah disiapkan oleh pihak KAI didalam kereta,” ungkap Raditya.

Raditya menjelaskan, meski diturunkan di stasiun terdekat dan tidak sampai di stasiun tujuan, namun biaya tiket dari pelanggan yang diketahui mengalami gejala covid saat berada didalam kereta tersebut tidak dikembalikan.

Pasalnya, saat akan naik kereta api sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus diwajibkan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen sebagai syarat untuk naik Kereta Api.

Aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub No 4 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Dari awal saat akan naik kereta api kondisi pelanggan yang bersangkutan sudah sehat dengan dibuktikan hasil Rapid Tes Antigen. Tapi ketika berada didalam kereta api tiba tiba mengalami gejala covid, maka pihak KAI tidak mengembalikan bea tiket,” papar Raditya.

“Guna mencegah penyebaran Covid-19, setiap pelanggan KA wajib untuk mematuhi protokol Kesehatan dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” pesannya.

Sementara itu, hingga 25 Januari 2021 mendatang, KAI Daop 9 Jember tetap menerapkan sejumlah aturan bagi pelanggan kereta api jarak jauh sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub No 4 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19. Diantaranya, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen sebagai syarat untuk naik Kereta Api.

Hal ini adalah upaya KAI didalam mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api.

Adapun tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen tersebut, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Dan syarat itu tidak diwajibkan untuk pelanggan dengan usia dibawah 12 Tahun.

Sejumlah aturan lainnya adalah pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat artinya tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam. Juga suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, memakai face shield dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang.

Para pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan.

“Bagi pelanggan KA yang perjalanannya kurang dari 2 jam tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang itu,” pungkas Raditya.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *