Radio VIS FM Banyuwangi
Dihadapan Akademisi dan Pelaku Pariwisata, Bupati Anas Paparkan Strategi Pengembangan Pariwisata banyuwangi di Masa Pandemi
visfm.com, Banyuwangi – Bupati Abdullah Azwar Anas memaparkan strategi pengembangan pariwisata Banyuwangi hingga adaptasinya di masa pandemi di hadapan ratusan akademisi dan pelaku pariwisata... Dihadapan Akademisi dan Pelaku Pariwisata, Bupati Anas Paparkan Strategi Pengembangan Pariwisata banyuwangi di Masa Pandemi

visfm.com, Banyuwangi – Bupati Abdullah Azwar Anas memaparkan strategi pengembangan pariwisata Banyuwangi hingga adaptasinya di masa pandemi di hadapan ratusan akademisi dan pelaku pariwisata se-eks karesidenan Besuki.

Aktivitas itu berlangsung dalam webinar yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember di Banyuwangi.

Webinar menghadirkan narasumber Rektor UNEJ Iwan Taruna, Sekretaris Umum Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Pusat Solikin M. Juhro, Kepala Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dekan FEB Universitas Jember Muhammad Miqdad mengatakan Unej bekerjasama dengan ISEI dan BI Jember menggelar rangkaian webinar tentang UMKM dan pariwisata.

“Webinar keenam sekaligus penutup sengaja kami gelar di Banyuwangi, karena sukses sebagai daerah yang berhasil membangun serta mengembangkan konstruksi pariwisata hingga menjadi identitas pilihan di Indonesia sekaligus membawa kemajuan bagi daerah,” ujar M Miqdad.

“Capaian ekonominya juga luar biasa,” tuturnya.

Untuk itulah kata M Miqdad, pihaknya datang langsung ke Banyuwangi untuk mendengar dari Bupati Anas strategi pengembangan pariwisatanya yang berhasil mengerek perkembangan ekonomi rakyatnya.

“Termasuk adaptasi daerah di masa pandemi covid 19 ini,” tuturnya.

Bupati Anas pun mengatakan jika Banyuwangi mengembangkan pariwisata dengan memaksimalkan potensi yang ada di daerah. Banyuwangi memiliki bentang alam yang luar biasa. Tradisi seni-budayanya juga sangat kuat. Selain itu, Banyuwangi juga “menjual prestasinya” ke daerah lain.

“Berkat kerja keras seluruh rakyat, berbagai prestasi yang diterima oleh Banyuwangi tersebut dijadikan benchmark oleh daerah lain,” kata Bupati Anas.

Bupati Anas mengaku, pihaknya bekerja keras untuk berinovasi dan berprestasi, sehingga mengundang ratusan ribu orang tiap tahunnya datang untuk belajar sekaligus berwisata.

“Banyak yang menyebutnya Wisata Prestasi. Selain itu, Banyuwangi juga melakukan langkah-langkah strategis dalam memasarkan daerahnya,” ungkap Bupati Anas.

Ada sejumlah formula yang dilakukan pemkab, yang biasa Bupati Anas menyebutnya dengan Anti Mainstream Marketing. Sejumlah pendekatan anti-mainstream yang dikerjakan antara lain Setiap Dinas adalah Dinas Pariwisata, Dari Kota Santet Menuju Kota Internet, Semakin Terbawah Semakin Prioritas Teratas, Semakin Misteri Semakin Diminati, hingga Rumah Sakit Bukan Tempat Orang Sakit.

“Banyak orang yang bertanya mengapa di Banyuwangi setiap dinas adalah dinas pariwisata, sedangkan dinas-dinas lain tetap ada. Tapi ini adalah wujud dari tourism centered economy, ekonomi yang bersumbu pada pariwisata,” papar Bupati Anas.

Misalnya Dinas Pertanian membuat Agro Wisata di lahan yang luas. Selain menjadi destinasi wisata, kawasan itu juga menjadi laboratorium pengembangan produk-produk pertanian. Hal semacam ini juga didorongnya untuk dinas yang lain. Langkah strategis tersebut dirangkum dalam sebuah buku Anti Mainstream Marketing yang telah beredar sejak satu tahun lalu.

“Khusus di masa adaptasi baru ini, Banyuwangi menyusun skema protokol kesehatan dan menerapkannya secara ketat di sejumlah destinasi wisata,” tutur Bupati Anas.

Banyuwangi melakukan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 untuk seluruh destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat. Semua yang telah lulus uji protokol ketat yang dijalankan dan disupervisi para ahli Dinas Kesehatan diberi sertifikat dan disajikan di aplikasi Banyuwangi Tourism.

“Sertifikasi serupa juga telah di lakukan kepada para pemandu wisata. Ini untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bersama,” imbuh Bupati Anas.

Sementara itu, Raktor Unej Iwan Taruna mengatakan, Banyuwangi telah melakukan sejumlah langkah yang tepat dalam pengembangan pariwisatanya khususnya di masa pandemi ini.

“Kami mengikuti perkembangan Banyuwangi melalui berita, pariwisatanya cepat beradaptasi. Salah satunya sejumlah penerbangannya aktif beroperasi di tengah lesunya mobilitas. Ini adalah indikasi yang positif,” pungkas Iwan.

ILEX VIS

ILEX VIS

Reporter harian Radio VIS FM Banyuwangi.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *